Wednesday, July 13, 2016


"But, I bow before your certainty. In a way, I envy you.
The curse of much knowledge is often indecision."
--Paarthurnax, The Elder Scroll V: Skyrim

Sunday, May 1, 2016

Toy Review: Nendoroid The Joker

Akhirnya datang juga! Goodsmile Company's Nendoroid #566: The Joker Villain Edition.
Nendo ini hasil pre-order dari tahun lalu, sekitar Oktober November gitu, daaan baru dateng kemarin. Lama yaa. Ini dia wujud boxnya.


Karena ini Nendo pertama gue, gue masih belum terbiasa dengan design box-nya menurut gue nggak catchy.
What's in the box:



- one face,
- two pair of hands,
- three bundles of money,
- one card,
- one knife,
- one extra neck joint,
- one stand base

Catnya cantik sekaliiiii.

Pretelan



The hands are quite complex menurut gue karena terdiri dari empat part yang piyik-piyik banget. Kakinya juga sepertinya bisa dipretelin lagi, but I was too lazy to deal with those teeny tiny legs. Sowry.


Yes, you've taken my money away~

PRO:
- cat bagus dan rapi

CONS:
- artikulasi terbatas
- decorative parts terlalu sedikit :(

Overall, not as good as expected. Totally not worth the wait. Artikulasinya yang terbatas really bugs me a lot, dan ditambah dengan part-nya yang kecil banget, gerakannya jadi amat sangat terbatas. Untuk bikin pose pegang segepok duit kayak di atas aja tangannya sampai harus copot beberapa kali.

Kalau untuk sekadar eye candy sih cukup cantik yaa, tapi kalau untuk toy photography rasanya terlalu tricky.

Thursday, March 10, 2016

Toy Review: Bandai Model Kit Star Wars BB-8 & R2-D2

Halo! Mau pamer nih, model kit baru hasil jajan di Jakarta 12th Toy and Comic Fair kemarin.

1/12 scale BB-8 & R2D2 manufactured by Bandai.

Jeng, jeng! BB-8 & R2D2! Am not a Star Wars fan, actually, tapi gue selalu suka mokit; lagi pula, who can say no to these droids?


Sejak tahu Bandai ngeluarin mokit ini, gue udah niat mau beli. Sayangnya harga online masih sekitar Rp400.000 - 550.000 waktu itu, jadi harus sabar-sabar nunggu Toy Fair biar dapet harga lebih murah. Bener aja, di sana gue dapet ini seharga Rp360.000 :D


Sebenernya sih, bisa dapet lebih murah lagi kalau mau nunggu euphoria The Force Awakens memudar. Tapi karena aura Toy Fair selalu bikin nafsu memuncak.. gini deh jadinya. Padahal mokit Darth Vader yang dibeli beberapa bulan lalu masih belum tersentuh.


Tingkat kesulitan: 3,5/5 (dibanding Stormtrooper, meski part-nya lebih sedikit, BB-8 slightly lebih rumit karena ukuran part-nya yang kecil)
Waktu pengerjaan: 2,5 jam (termasuk cemal-cemil)

Saturday, March 5, 2016

Apa-kata-orang-isme

Selama 23 tahun, saya dibesarkan dalam lingkungan orang-orang fanatik apa-kata-orang-isme.

Sebenarnya sih, saya sendiri nggak pernah peduli kata orang, jadi entah lingkungan saya benar-benar fanatik atau masih dalam tingkatan normal seperti manusia pada umumnya tapi tampak fanatik dari kacamata saya. Seperti yang saya tulis di postingan ini, saya nggak akan nengok let alone sakit ati kalau orang membicarakan hal buruk tentang saya, selama saya sendiri nggak merasa begitu. Sialnya, hal sebaliknya juga berlaku. Misalnya, meskipun 20 temen saya bilang saya mampu melakukan sesuatu--wait, teman saya nggak nyampe 20--meskipun 7 teman saya bilang saya mampu, tapi kalau si hati kecil tukang ngeyel ini bilang nggak mampu, saya nggak akan jalanin. Lemah, memang.

Jadi saat sadar bahwa saya dibesarkan dalam lingkungan fanatik apa-kata-orang-isme, rasanya bak eureka effect.
Oh, ternyata ini yang bikin saya dicap tukang bantah.
Oh, ternyata ini yang bikin saya dan beliau jarang akur.

Dari serentetan hal yang terjadi, puncak epiphany-nya adalah saat saya hendak pergi bersama beberapa teman lawan jenis. Beliau bilang, "Hati-hati, temenannya yang bener," seperti ujaran orang khawatir pada umumnya. Saya nyaris mengangguk saat beliau melanjutkan, "jaga nama baik keluarga."

Para penganut apa-kata-orang-isme menyembah satu dewa, Citra. Nama lengkapnya Citra Mereka Di Mata Orang Lain. Yes, si Citra ini yang mereka sembah, mereka agung-agungkan, mereka sayangi dan jaga dengan baik, sampai kadang melupakan apa yang sebenarnya harus mereka jaga.

"Di mana-mana," saya balas. "'jaga diri' dulu, baru 'jaga nama baik keluarga'."

Monday, October 26, 2015

Kepada Garpu Perak (2)

Home is wherever I can hear you sing while the light's beautifully twinkling;
where the hands I'm longing to hold remain untouched and cold.

Friday, September 25, 2015

(Bukan) Toy Review: Nendoroid Kageyama Tobio

Dari awal terjerumus ke dalam dunia kegelapan ini (alias jadi anak nongkrong toys fair alias baju itu-itu aja yang penting mainan banyak), gue nggak pernah melirik Nendoroid sama sekali. Figure keluaran Good Smile Company ini tampak not appealing bagi gue. Padahal figures lain dengan harga yang 11-12 dengan Nendo seperti Kaiyodo Revoltech dan SHFiguarts udah berjajar rapi di kamar, tapi sejauh ini belum ada Nendo yang cukup menarik untuk dibawa pulang.

Alasan pertama gue nggak pernah beli Nendo adalah karena mayoritas Nendo merupakan karakter anime, which is gue hanya tahu segelintir. Dan kedua, Nendo merupakan bentuk chibi dari karakter-karakter tersebut. Chibi is okay, tapi nggak semua karakter cocok digambarin dalam bentuk super deformed, in my opinion. Nah, yang ketiga, I frankly have been underestimating bahan dan warna Nendoroid.

Hingga suatu hari, seorang teman pamer Nendoroid 489. I opened the box and... jeng jeng! Kok. Bagus.

Sesungguhnya aku tak tahu siapa dia. Hasil googling menunjukkan bahwa doi adalah Kageyama Tobio dari anime Haikyuu!!



So here we go, ini dia isi box-nya.

Perintilan.
Five pairs of hands & two pairs of feet, three face expressions, one ball, one crown, one effect.

Sebenernya masih ada lagi: volley net, tempat berpijak bentuk lapangan, sama dua holder--satu untuk figurenya dan satu lagi untuk efek/bola, tapi males ngeluarinnya. He. Review selanjutnya akan lebih niat kok, dan fotonya akan lebih bagus. Kalo udah dibeliin Aya kamera baru.

Close-up.
Warna asllinya nggak gini sebenernya.
Maapin kamera saya.
Sesungguhnya warna kulitnya cenderung bisque (#FFFFE4C4), bukan kuning langsat. Semoga foto di bawah lebih sedikit bisa menggambarkan.


Di sinilah moment of truth-nya. Setelah memandang dan menimang, gue justru jatuh cinta sama tekstur bahan dan warnanya. Berat dan ukurannya juga pas. Seneng deh pokoknya ngeliatinnya. Jadi nggak mau balikin.

Mutilasi.

Kelupaan, lengan atas dan bawah bisa dipisah juga.

Simpulannya adalah, saya terlalu underestimate Nendoroid. Maapin ya, Good Smile. Mungkin lain kali akan beli, mungkin juga tidak.

Kenapa gue mungkin nggak akan beli? Karena kecil sekali! Meski nggak seringkih yang gue bayangin, tapi tetep aja.. Yang kedua, artikulasinya terbatas banget. Si Tobio ini (ceritanya udah akrab) cuma bisa ditekuk di lutut, sisanya seperti leher, bahu, sikut, cuma putar-puter doang.

Mungkin akan ada foto yang lebih bagus di sini, kalo nggak keburu disuruh balikin Nendonya. Silakan diintip.