Friday, January 20, 2017

There is this one funny episode of House, M.D. I watched recently.

[SPOILER ALERT]

The tale was about a genius who drugged himself to lower his IQ so that he didn't feel "isolated or lonely".
It's funny because he HAD to do that in order to communicate with his wife, who, according to him, "was so happy and dumb".
Funny, because when he got his gift back, he was no longer in love with the wife.
Funny, because it proves my theory that you have to be a fool to be deeply in love. OR, vice versa, you'll be one once you're madly in love.

But eventually,



Yea. Say it. "You cynical, cold-hearted b."
I get used to it.

Sunday, May 1, 2016

Toy Review: Nendoroid The Joker

Akhirnya datang juga! Goodsmile Company's Nendoroid #566: The Joker Villain Edition.
Nendo ini hasil pre-order dari tahun lalu, sekitar Oktober November gitu, daaan baru dateng kemarin. Lama yaa. Ini dia wujud boxnya.


Karena ini Nendo pertama gue, gue masih belum terbiasa dengan design box-nya menurut gue nggak catchy.
What's in the box:



- one face,
- two pair of hands,
- three bundles of money,
- one card,
- one knife,
- one extra neck joint,
- one stand base

Catnya cantik sekaliiiii.

Pretelan



The hands are quite complex menurut gue karena terdiri dari empat part yang piyik-piyik banget. Kakinya juga sepertinya bisa dipretelin lagi, but I was too lazy to deal with those teeny tiny legs. Sowry.


Yes, you've taken my money away~

PRO:
- cat bagus dan rapi

CONS:
- artikulasi terbatas
- decorative parts terlalu sedikit :(

Overall, not as good as expected. Totally not worth the wait. Artikulasinya yang terbatas really bugs me a lot, dan ditambah dengan part-nya yang kecil banget, gerakannya jadi amat sangat terbatas. Untuk bikin pose pegang segepok duit kayak di atas aja tangannya sampai harus copot beberapa kali.

Kalau untuk sekadar eye candy sih cukup cantik yaa, tapi kalau untuk toy photography rasanya terlalu tricky.

Thursday, March 10, 2016

Toy Review: Bandai Model Kit Star Wars BB-8 & R2-D2

Halo! Mau pamer nih, model kit baru hasil jajan di Jakarta 12th Toy and Comic Fair kemarin.

1/12 scale BB-8 & R2D2 manufactured by Bandai.

Jeng, jeng! BB-8 & R2D2! Am not a Star Wars fan, actually, tapi gue selalu suka mokit; lagi pula, who can say no to these droids?


Sejak tahu Bandai ngeluarin mokit ini, gue udah niat mau beli. Sayangnya harga online masih sekitar Rp400.000 - 550.000 waktu itu, jadi harus sabar-sabar nunggu Toy Fair biar dapet harga lebih murah. Bener aja, di sana gue dapet ini seharga Rp360.000 :D


Sebenernya sih, bisa dapet lebih murah lagi kalau mau nunggu euphoria The Force Awakens memudar. Tapi karena aura Toy Fair selalu bikin nafsu memuncak.. gini deh jadinya. Padahal mokit Darth Vader yang dibeli beberapa bulan lalu masih belum tersentuh.


Tingkat kesulitan: 3,5/5 (dibanding Stormtrooper, meski part-nya lebih sedikit, BB-8 slightly lebih rumit karena ukuran part-nya yang kecil)
Waktu pengerjaan: 2,5 jam (termasuk cemal-cemil)

Saturday, March 5, 2016

Apa-kata-orang-isme

Selama 23 tahun, saya dibesarkan dalam lingkungan orang-orang fanatik apa-kata-orang-isme.

Sebenarnya sih, saya sendiri nggak pernah peduli kata orang, jadi entah lingkungan saya benar-benar fanatik atau masih dalam tingkatan normal seperti manusia pada umumnya tapi tampak fanatik dari kacamata saya. Seperti yang saya tulis di postingan ini, saya nggak akan nengok let alone sakit ati kalau orang membicarakan hal buruk tentang saya, selama saya sendiri nggak merasa begitu. Sialnya, hal sebaliknya juga berlaku. Misalnya, meskipun 20 temen saya bilang saya mampu melakukan sesuatu--wait, teman saya nggak nyampe 20--meskipun 7 teman saya bilang saya mampu, tapi kalau si hati kecil tukang ngeyel ini bilang nggak mampu, saya nggak akan jalanin. Lemah, memang.

Jadi saat sadar bahwa saya dibesarkan dalam lingkungan fanatik apa-kata-orang-isme, rasanya bak eureka effect.
Oh, ternyata ini yang bikin saya dicap tukang bantah.
Oh, ternyata ini yang bikin saya dan beliau jarang akur.

Dari serentetan hal yang terjadi, puncak epiphany-nya adalah saat saya hendak pergi bersama beberapa teman lawan jenis. Beliau bilang, "Hati-hati, temenannya yang bener," seperti ujaran orang khawatir pada umumnya. Saya nyaris mengangguk saat beliau melanjutkan, "jaga nama baik keluarga."

Para penganut apa-kata-orang-isme menyembah satu dewa, Citra. Nama lengkapnya Citra Mereka Di Mata Orang Lain. Yes, si Citra ini yang mereka sembah, mereka agung-agungkan, mereka sayangi dan jaga dengan baik, sampai kadang melupakan apa yang sebenarnya harus mereka jaga.

"Di mana-mana," saya balas. "'jaga diri' dulu, baru 'jaga nama baik keluarga'."