Thursday, December 29, 2011

"If they don't get together, they're maybe just soulmate."

Sebuah comment pada video interview Emma Watson & Rupert Grint di YouTube, yang bahkan bukan top comment.

Tuesday, December 27, 2011

Ironi.

"Dari mana lo bisa ber-statement 'lupa itu anugerah'?"
"Kalo lo nggak bisa lupa, lo selalu inget semua hal dong, termasuk yang nyakitin. Nggak enak kan. Walaupun kadang justru good memories yang bikin sakit sih.."

Saturday, December 24, 2011

Ordinary People & Chérie Amour



"And though love sometimes hurts, I still put you first."
"My Chérie Amour, pretty little one that I adore.. how I wish that you were mine."

The top comment on this video is, "Their last names are Wonder and Legend. Enough said." And if you've been questioning what Chérie Amour means, they say that it could be translated as 'sweetheart'.

Wholeheartedly,
Anggie.

Friday, December 23, 2011

Gather ye rosebuds while ye may,
old time is still a-flying.
And this same flower that smiles today,
tomorrow will be dying.
-To the Virgins, to Make Much of Time, Robert Herrick.

Wednesday, December 21, 2011

Tuesday, December 20, 2011

Bukan, guys, Elizabeth II itu bukan anaknya Elizabeth I.

Elizabeth I merupakan anak dari Henry VIII dan Anne Boleyn yang lahir pada tahun 1533. Beliau menjadi ratu Inggris sejak 1558 sampai 1603. Sementara Elizabeth II lahir pada tahun 1926, jauh kan? Elizabeth II diangkat menjadi ratu sejak ayahnya, George VI, wafat, yaitu tahun 1952 sampai sekarang.

Monday, December 19, 2011

Postingan yang Saat Ditulis Diiringi oleh Suara Jangkrik yang Menkrik-krik Sejak 8 Jam Lalu

Pukul 3 dini hari, H-10 jam menuju UAS Grammar. Ketidakbisatiduran gue yang masih singgah sejak beberapa hari lalu tiba-tiba membuat gue ingin bicara pada seseorang. Siapapun. Entah tentang apa. Dan, ya, pada pukul 3 pagi.

Akhirnya gue memutuskan untuk sign in MSN. Nggak tau kenapa harus MSN. Sayang, dari sekitar 200 contacts nggak ada satupun yang online. Mungkin karena nggak ada yang masih terjaga seperti gue, atau mungkin karena MSN sudah nggak jaman lagi.

Iseng, gue baca satu per satu ID/email mereka yang ada di contact list. Lucu. Beberapa membuat gue mengernyitkan dahi dan bertanya, "ini orang mikirin apa sih pas sign up MSN?" atau membayangkan wajah mereka seperti apa. Beberapa membuat gue tertawa; beberapa membuat gue berhenti men-scroll down trackball dan tersenyum. ID gue? Nggak, gue nggak akan nulis ID MSN gue disini, terlalu.. malu-maluin out of the box.

Dulu sebelum ada BBM, Skype, Twitter, dan teman-temannya, gue selalu online MSN hampir setiap malam. Via ebuddy dari handphone Nokia 6300 gue. Jaman itu sih, masih banyak yang online, pada malam-malam tertentu bisa sampai 50% contacts online pada saat yang bersamaan. Gue masih ingat segimana labilnya gue untuk gonta-ganti nama dari Anggie, Ange, atau Rinintha Anggie padahal mah masih banyak yang norak-norak. I used to talk randomly to my old friends, even the ones whom I was not really close to. Tapi toh nyaman-nyaman aja.
Dan saat itu, nggak perlu menunggu D berubah menjadi R.

Sunday, December 18, 2011

Words of Losing

Have you ever been happy and horrified at the same time? You're so damn happy that you're afraid you will lose the happiness any time soon.
There is a Scriptwriter up there. You just play a role that He chose. He's the one who holds the power. You're happy now, but could be extremely sad in a second if He wants you to be.

Once you lose something and it hurts you so bad, you'll learn what you've missed and try to repair it. You'll be thankful for everything you have.
Then, you lose another thing. You'll calm yourself down, be more thankful for everything, and take good care of what's left.
But, boom! He takes another important thing in your life.

Then, what will you do?

Wednesday, December 14, 2011

Bukan, Bukan Ahmad Albar, tapi Kenny G


Jadi ceritanya, gue pengen banget bisa main saxophone; nggak tau gimana caranya, mengingat niup terompet taun baru aja gue ngos-ngosan. Lagipula, beberapa bulan lalu gue sempet megang saxophone secara live, dan ternyata panjang banget! Katanya sih, ada beberapa macem saxophone, mungkin yang saat itu gue pegang adalah tenor saxophone which is memang panjang. Atau mungkin gue memang harus beli Jaco Therapy bed dulu sebelum les sax.

Dan Kenny G? I adore him. Dulu waktu gue masih di dalem perut nyokap, beliau dan pangeran kuda putihnya sering nyalain kaset Kenny G di walkman dan masang earphone-nya di perut nyokap; ceritanya biar gue ikutan denger. Mungkin itu yang bikin gue suka lagu-lagu Kenny G. Dan salah satu lagu yang gue suka sejak kecil adalah Going Home, yang lyric-nya... yakali instrumental ada lyric-nya. Here's the YouTube link.

Oh! Kalo ada yang nemu Spend My Life with You-nya Eric Benét versi sax, siapapun yang main, pleaaase tell me. Cheers!

Thursday, December 8, 2011

"I decided long ago, never to walk in anyone's shadow. If I fail, if I succeed, at least I live as I believe."
(Greatest Love of All - Whitney Houston)

Wednesday, December 7, 2011

Peluk Aica Aibon

Tengah malam. Di tengah deadline artikel 2000 kata yang belum terjamah dan H-6 menuju UAS. Untuk lengan jaket adidas abu-abu yang siap dipeperi ingus sehabis makan soto mie mercu.



I accidentally found this song 4-5 days ago; and it felt like finding a goddamn time machine. Tampaknya semesta nggak mau saya lupa.
Dan sebagai pengalihan rasa bersalah karena nggak ngerjain si 2000 kata, I made this video.

Peluk-yang-nggak-bisa-dilepas,
Ange.

Monday, December 5, 2011

Best Male Characters

1. Phil (Bradley Cooper, Hangover)












2. Alan (Zach Galifianakis, Hangover)











3. Flynn Rider (Tangled)











4. Russell (UP)











5. Javier Suarez (Diego Luna, Dirty Dancing 2)











6. Frank Goode (Robert De Niro, Everybody's Fine)











7. Sam Dawson (Sean Penn, I am Sam)











8. Mufasa (Lion King)












9. Ben Thomas (Will Smith, Seven Pounds)











10. King George IV (Colin Firth, The King's Speech)











11. John Clark (Richard Gere, Shall We Dance?)











Entah kenapa rasanya ada kemiripan antara Alan & Russell dan Flynn Rider & Javier Suarez. Lol. Btw, since my DVD-ROM cannot read the UP & Dirty Dancing 2 disc, so I took the picture number 4 from themagazine.ca and number 5 from IMDb.

Hugs,
A.

Sunday, December 4, 2011

Saturday, November 26, 2011

I Don't Know what I Wrote. I'm in My Period.

Quoted from Norah's graduation speech on The Beaver (2011):
Good afternoon, graduates, dead poets, painters, future Einsteins, and all those in between. Today I'm here to warn you that you are being lied to. Our parents, our teachers, our doctors have lied to us. And it's the exact same lie. The same six words, "Everything is going to be okay."
But what if it isn't?
What if some of human experience is just something you inherit, like curly hair or blue eyes? What if pain is just in your DNA and tragedy is your birthright? Or what if sometimes right out of the blue, when you least expect it, shit just happens?
Shit does happen. Every day. It depends on you whether you want to pass it by or keep thinking about it then get frustrated then start to think that everything around you is nothing but bullshit.
[Okay, I'm sure, right now, you're all thinking, "Man, this is the darkest graduation speech I've ever heard." And it is. I agree with you, but I didn't write it. I've spent so much time waiting for this lie to come true that I finally paid someone to tell the truth for me.]
I'm not okay. Not at all.
The truth is, I'm missing something, the thing I loved the most, the face I wish were in the front row right now. The brother I'll never get back.
They say that people come and go but the memory stands still. That's the problem. The truth is, a beautiful memory is a small and deep hole. It seems like it will not hurt you; but once you step on it, you will fall so deep and stick in it. When you're trying to pull yourself out, well, you'd better not, it will be extremely hurt.
So what do I do with that? What do any of us do, besides lie?
People lie. Cheat. Run from your life. But if you ask, "Why do people change into someone they said they'd never be?" let me tell you the answer.
Shit happens to them. They want to protect themselves in order to avoid the shit itself.

People let you down. Leave. Then you get hurt. My mom once told me, if a person disappoints you and it hurts you so bad, it's because you love that person very much.
Go blame yourself for loving them.

And here's what a wise man said, "Rejection doesn't hurt, expectation does."
Go blame yourself for expecting too much.
This is what I believe.
Right now, there is someone who is with you. Someone who is willing to pick you up, dust you off, kiss you, forgive you, put up with you, wait for you, carry you, love you.
So, while everything may not always be okay, one thing I know is true. You do not have to be alone.
That's true.. theoretically.

Thursday, November 24, 2011

Si Ange waktu SD: "..tapi si ini punya! Si itu juga. Anggie nggak punya. Beliin dong, Ma."
Mamake: "Jangan ngeliat ke atas terus, liat ke bawah sekali-kali. Masih banyak yang nggak bisa makan hari ini.."
Si Ange waktu SD: "Berarti Anggie nggak usah belajar rajin-rajin ya, kan masih banyak yang nilainya lebih jelek hahahahaha."
Semoga gue nggak punya anak seperti si Ange. Terima kasih untuk selalu sabar, Maaak :*

Sebenernya gue nulis ini karna pas ngelap-ngelap kostan tadi gue inget Mama. Dulu gue sering gangguin bantuin Mama kalo beliau lagi beresin rumah di hari Minggu. Biasanya Mama pake celana pendek, rambut dicepol, lalu nyalain radio; sesekali nyanyi sambil ngelap lampu gantung.
Well, your health and happiness are my everything, Ma.

Monday, November 14, 2011

"You deserve an award for the role that you play."
-Madonna

Wednesday, November 9, 2011

Lovember

Marry Your Daughter - Brian McKnight
See in this box is a ring for your oldest.. I'm gonna marry your princess and make her my queen.

Another Rainy Day - Corinne Bailey Rae
Another rainy day, we sat inside by the radiator watching old white black film..

Love Me Tender - Norah Jones
Love me tender, love me dear, tell me you are mine.

So Close - John McLaughlin
Now you're beside me, and look how far we've come. So far we are so close.

If there's a question popping inside your head right after you read the list above, I'm gonna tell you the answer:
Yes, I am.

Love,
Anggie.

Postingan yang Lama Hilang

Esok saat ragamu letih dan menua, saat kau tak sanggup lagi menggendongku dengan penuh tawa seperti hari kemarin, aku ingin tetap di sisimu. Merawatmu. Membuatkan teh hangat yang akan kita nikmati bersama seraya menatap perginya senja.
Aku ingin merawatmu dengan sepenuh hati, seolah-olah setiap hari adalah hari pertama kita saling jatuh cinta. Mengecup kepalamu yang mulai dipenuhi warna kelabu, saling menggenggam tangan satu sama lain, dan mengingatkan tanggal hari ini atau hal kecil lainnya yang mulai sulit kita ingat.
Hingga suatu hari jika kau terlalu sulit untuk mengucapkannya, aku tahu, kau selalu menyayangiku.
Namun sebelum semua itu terjadi, aku ingin memberimu anak-anak yang berbakti, agar mereka bisa menjagamu dengan baik jika aku harus pergi mendahuluimu.
Dan suatu hari jika kau terlalu sulit untuk mendengarnya, kau harus tahu, aku selalu menyayangimu.

Tuesday, November 8, 2011

Tuesday, November 1, 2011

Before the Rise of the Sun

They call me Jingga.
There is indescribable beauty when you see me walk.
I run like the wind.
Fast, but soft;
like a fingertip of a lover that touch your cheek gently.

He called me Jingga.
I came toward him while the moon kept watching over me.
He looked fine, as always.
Just one lovely curve on his kissable lips
and I'd be his all night long.

He called me Jingga
and put his palm gently on me.
I'd promised myself not to go anywhere. I'd told myself to stay.
But the look in his eyes made me beg him,
'Take me wherever you'll go.'

The saddle was put on.
Two creatures became one;
then walked slowly on the side of the meadow.
We both saw the reflection of us on the lake
made by the moonlight.

As the cold breeze blew
and bothered the silence of the branches,
he called me, 'Jingga.'

'It's Sunday already,'
Pause.
'we've been together for two days,' then chuckled.
If I could say anything once in my life..

He called me Jingga
and thanked me for the walk.
The dawn was coming,
I saw myself on the sky,
and the moon disappeared.
So did he.
So did the euphoria of mine.

Lots of Love,
A.

Friday, October 28, 2011

Komodo, Y U NO Reply My Message!?

"Masa gue ngesms komodo tapi nggak dibales."
"Lah kan biasanya dibales, gue aja dibales kok."
"Demiapa biasanya dibales??"
"Suer. Biasanya dibales terima kasih telah vote blablabla."
"Kok......"
"HAHAHA lo ngesms komodo aja nggak dibales, apalagi..."

Serius deh, jadi beneran harusnya dibales?

Thursday, October 27, 2011

Tarahunya, Teh? Mumpung Masih Anget..

"Kalo disini, 'tahu' berubah jadi 'tarahu', 'tali' jadi 'tarali', nah, kalo 'melon' jadi apa?"
"Merelon?"
"Salah."
"Meralon!"
"Bukan."
"Bener dong, yang lain aja diselipin 'ra'."
"Tapi salah!"
"Yang bener apa?"
"Marelon."
"Kok?"
"Aku juga nggak tau.."

Dan akhirnya gue menemukan jawabannya!
Setelah mendapat pencerahan dari seorang teman yang bilang kalo 'budak' berubah jadi 'barudak' dalam bentuk jamak, akhirnya gue ngeh kalo sisipannya itu "AR" bukan "RA". Cekidot:
tarahu, tarali, karacang, barudak, marelon.

Muahahahaha, gotcha!
Sekian.

Tuesday, October 25, 2011

I Woke Up in the Morning and Realized that I Didn't Love Her
By Rinintha Anggie

Gue menekan tombol snooze di handphone dengan enggan, lalu membuka sebuah pesan singkat darinya. Selamat pagi, seperti biasa; bedanya, kali ini gue nggak merasakan apa-apa.
Rasanya kasur mendekap gue terlalu erat, sampai-sampai gue begitu malas untuk beranjak. Gue kembali meraih handphone yang tergeletak di samping bantal, sekali lagi, membaca pesan singkat darinya. Isinya sama persis seperti hari-hari kemarin, gue bahkan nggak akan tahu kalau ia hanya men-copy-paste pesan lamanya. Pesan yang selama berbulan-bulan selalu mampir di handphone gue setiap paginya dan membuat gue tersenyum di atas bantal dengan mata yang masih separuh terpejam. Pesan yang mengandung jampi-jampi mahadahsyat hingga bisa merubah mood gue menjadi bagus sepanjang hari. Dan pagi ini, hambar.

Hal buruk? Nggak, nggak ada hal buruk yang terjadi kemarin atau tadi malam. Semuanya baik-baik saja. Kemarin gue menemuinya dan semuanya masih sama seperti sebelumnya. Gue masih melihat tawa lepasnya, dia masih mendengarkan cerita-cerita gue dengan senyuman manis tersungging di bibirnya. Dan masih melekat jelas di ingatan gue, bagaimana ia melantunkan sebait lagu yang berlirik, "How could I face these faceless days, if I should lose you now?" sambil menatap gue dengan tatapannya yang hangat; dan bagaimana nggak-karuan-nya perasaan gue saat itu terjadi.
Hanya saja, I woke up in this morning and realized that I didn't love her anymore.

Tuesday, October 11, 2011

Kepada Kamu yang Selalu Berkata Tidak Bisa dan Seorang Dosen yang Memberi Saya Nilai di Bawah Rata-rata,

Alasannya apa?

Tertanda,
Saya.

Wednesday, October 5, 2011


"I never thought I would lose my best friend," said Spongebob on the episode 'Patrick Smartpants.'
This is what happening.
Bedanya, in the end of the episode, Spongebob nggak jadi kehilangan Patrick. Because best friends will not ever leave each other.

Lots of Love,
A.

Saturday, September 3, 2011

Hello September

Groovy Kind of Love - Phil Collins
When I'm in your arms, nothing seems to matter; my whole world can shatter, I don't care. Wouldn't you agree, Baby, you and me got a groovy kind of love.

Bahasa Kalbu - Titi DJ
Hanya diriku yang paling mengerti kegelisahan jiwamu, kasih, dan arti kata kecewamu.

Fixing a Broken Heart - Obsession Indecent
There was nothing to say the day she left, just filled a suitcase full of regrets. I hailed the taxi in the rain, looking for some place to ease the pain. Then like an answered prayer.. I turned around and found you there. You really know where to start fixing a broken heart, you really know what to do. Your emotional tools can cure any fool whose dream had fallen apart. Fixing a broken heart.

Never could understand what I'm going through, there must be a plan that led me to you. Cause all the hurt just disappears every moment you are near. Then like an answered prayer.. you make the loneliness easy to bear.

Soon the rain will stop falling, Baby, let's forget the past, cause here we are at last.

Lost in Space - Lighthouse Family
Sometimes I get tired of this me-first attitude
You are the one thing that keeps me smiling, that's why I'm always wishing hard for you
Cause your light shines so bright, I don't feel no solitude
You are my first star at night, I'd be lost in space without you

And I never lose my faith in you, how will I ever get to heaven if I do?

Feels just so fine when we touch the sky, me and you
This is my idea of heaven
Why can't it always be so good?
But it's alright, I know you're out there doing what you've gotta do
You are my soul, satellite, I'd be lost in space without you

If Tomorrow Never Comes - Ronan Keating
Cause I've lost loved ones in my life who never knew how much I loved them. Now I live with the regret that my true feelings for them were never revealed, so I made a promise to myself to say each day how much she means to me; and avoid that circumstance where there's no second chance to tell her how I feel.

Need You Now - Lady Antebellum
I wonder if I ever cross your mind, for me it happens all the time. It's a quarter after one, I'm a little drunk and I need you now.

Always be My Baby - Mariah Carey/David Cook
I ain't gonna cry and I won't beg you to stay. If you determined to leave, Boy, I will not stand in your way. But inevitably, you'll be back again. Cause you know in your heart, Babe, our love will never end.

You'll always be a part of me, I'm part of you indefinitely.

You to Me are Everything - The Real Thing
Nothing to Lose - MLTR
Begitulah Cinta - Vina Panduwinata feat. Harvey Malaiholo

Lots of love,
Anggie.

Friday, August 26, 2011

Kemarin gue terpaksa naik busway pada jam bubaran kantor untuk pulang ke rumah; penuhnya sebelas dua belas sama 300 gram ikan teri medan yang dijejalkan ke dalam kantung kecil. Untungnya gue nggak sendirian, ada ketiga sahabat gue disana. Tapi sayang, karena buswaynya benar-benar penuh, gue terpisah dari mereka bertiga. Mereka berhasil dapat tempat duduk di bagian belakang, sementara gue lebih memilih berdiri di bagian tengah bus supaya bisa berpegangan pada tiang.

Beberapa saat kemudian, salah satu dari mereka mengirimkan sms ke gue yang berbunyi, "Nge, are you okay?" Man, padahal kita cuma terpisah 6-7 langkah.
Gue jawab, gue nggak papa.
Dia bilang lagi, "Kesini aja."
Sekali lagi, gue jawab kalo gue nggak apa-apa.

Hingga akhirnya bus semakin penuh sesak, dan sialnya, di sekeliling gue nggak ada yang bergender sama seperti gue. Gue menyerah, ternyata gue nggak sekuat yang gue duga. Maka saat bus berhenti pada salah satu shelter, gue memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menerobos banyak orang dan berjalan ke arah ketiga sahabat gue.

Mereka duduk beriringan sementara gue berdiri di hadapan mereka. Sayang, pegangan yang menggantung pada atap bus sudah dipakai semua orang, hingga nggak ada satupun yang bisa gue jadikan pengaman.

Bus mulai berjalan. Awalnya gue takut akan terjatuh, tapi saat bus mengerem mendadak dan gue kehilangan keseimbangan, ada tiga tangan yang memegangi gue dan siap untuk gue jadikan pegangan. Saat itu gue tahu, mereka nggak akan pernah membiarkan gue jatuh.

Oh, ini dia penampakannya:
Intan, Jundi, Santa! ({})

Thursday, August 25, 2011

Oh, Babe, I Hate to Go

Gue terus menerus menatap spion, karena jalan yang baru saja gue lalui memiliki pemandangan yang indaaah sekali. Rasanya gue masih mau berlama-lama disana. Sayang, mobil-mobil lain dari arah belakang terus membunyikan klakson dan memaksa gue untuk menginjak pedal gas karena jalan yang harus ditempuh memang masih panjang; gue melakukannya, mobilpun berjalan maju, tapi gue tetap terus menatap spion..

Mobil gue berjalan dengan nggak beraturan, menimbulkan benturan-benturan yang cukup menyakitkan. Dan nggak hanya itu, karena terus menerus melihat spion, gue jadi nggak menyadari bahwa jalan yang sedang gue lalui sebenarnya memiliki pemandangan yang nggak kalah indah.

I've been living with the shadow over head
I've been sleeping with the clouds above my bed
I've been lonely for so long
Trapped in the past I just can't seem to move on
Way Back into Love - Hugh Grant & Haley Bennett

Friday, August 19, 2011

Don't wanna deny our fate, we are what they called soulmate.

Tuesday, August 16, 2011

Selasa Sapu Lidi

Sesuai dugaan, dosen itu nggak datang.

"Gue nggak mau skip kelas pagi lagi," begitu niat gue saat liburan menyambut semester baru, dan sejauh ini omongan itu masih gue tepati. Kelas pagi yang selama dua semester pertama hampir selalu gue skip, kali ini di awal semester gue mencoba untuk nggak melakukannya lagi. Dengan alasan... nggak tau dengan alasan apa, gue pengen aja kuliah lempeng.

Semester ini gue kuliah 4 hari, dan 3 dari 4 hari tersebut diawali dengan kelas 07.30. Bangun jam 10 aja udah alhamdulillah banget.

Hari pertama berlangsung dengan lancar, gue sukses bangun pukul 06.30 dengan jumlah waktu tidur yang kurang lebih hanya 3 jam. Sekarang adalah hari kedua, gue bangun di jam yang sama, bedanya, udara Jatinangor pagi ini begitu mendayu-dayu dan memaksa gue untuk menarik selimut sekali lagi. Gue menyerah.

"Kalo lo selalu lembek pada hidup, maka hidup akan keras pada lo suatu hari nanti. Mau idup susah?"
Kata-kata dari motivator terkenal-yang sebenarnya nggak gue suka-bergaung di dalam kepala saat gue mulai memejamkan mata dan menenggelamkan diri ke dalam selimut hijau gue yang hangat. Akhirnya gue bangun dan berangkat.

Dan dosennya nggak datang. Tapi gue tetap masih disana (bahkan setelah 1 jam), duduk di teras gedung bersama beberapa classmates yang kekeuh untuk nunggu dosen itu. Terlalu malas untuk membuka mulut dan ikut bercakap-cakap, gue memutuskan untuk menyumpal telinga dengan earphones dan menekan tulisan shuffle pada layar iPod.
I found you, something told me to stay
I gave in to selfish way..
Gue mengencangkan volumenya sambil menguap, nggak mau mendengar apapun yang ada di sekitar, tapi tetap ada suara dari luar yang berhasil menyentuh gendang telinga gue; srek.. srek.. Ah, rupanya suara sapu lidi besar yang bergesekan dengan konblok-konblok di teras gedung. Semakin lama suara itu terdengar semakin jelas, ternyata seorang bapak tua dengan rompi berbahan parasut lah yang mengendalikan sapu itu. Ia mengenakan topi yang sudah usang, di bagian belakang rompi oranyenya terdapat tulisan 'fakultas sastra'.

Beliau berjalan mendekat. Gue, sekali lagi, menguap.

Tujuan keberadaannya, jelas, untuk membersihkan pekarangan yang terselimuti dedaunan kering, maka perlahan-lahan konblok abu-abu di hadapan gue mulai terlihat, sebagai gantinya, tumpukan dedaunan di beberapa sudut terus bertambah.

Kakinya yang diselimuti sepatu boot karet kembali mengeksplorasi halaman, berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Lalu angin berhembus.

Beliau sudah berjalan menjauh saat gue mulai mengamati pergola usang yang memayungi sebagian teras. Angin kembali berhembus, menjatuhkan daun-daun kering yang sedari tadi duduk manis di permukaan pergola; dan saat pergola sudah mulai bersih, angin kembali berhembus, menggoyangkan dahan pepohonan hingga daun-daun keringnya rontok, sebagian langsung mendarat di permukaan konblok, sisanya bertengger di atas pergola seolah mengisi ulang posisi dedaunan sebelumnya, kemudian mengantri untuk dijatuhkan ke tanah.

Gue kembali menguap.

Akhirnya gue menyerah dan memutuskan untuk kembali kostan, mau melanjutkan tidur sebagai ganti durasi tidur gue tadi malam yang cuma 3 jam. Gue nggak peduli jika si dosen akan datang pada akhirnya; I don't want to wait any longer.
How I miss someone to hold
When hope begins to fade
Dalam perjalan pulang, gue sempat berfikir tentang bapak tadi. Kalau siklus tersebut terus berulang, sampai kapan beliau terus disana? Atau menunggu hingga nggak ada lagi daun kering yang bisa dijatuhkan dari pepohonan?

Saturday, July 30, 2011

When She Loved Me - Sarah McLachlan

When somebody loved me
everything was beautiful
Every hour we spent together
lives within my heart

And when she was sad
I was there to dry her tears
And when she was happy so was I
When she loved me

Through the summer and the fall
we had each other that was all
Just she and I together
like it was meant to be

And when she was lonely
I was there to comfort her
And I knew that she loved me

So the years went by
I stayed the same

And she began to drift away
I was left alone

Still I waited for a day
when she'd say, "I will always love you"
Lonely and forgotten
never thought she'd look my way

She smiled at me and held me
just like she used to do

Like she loved me
When she loved me

When somebody loved me
everything was beautiful
Every hour we spent together
lives within my heart

When she loved me

Toy Story 2
Untuk seorang kawan lama.

Wholeheartedly,
Anggie.

Wednesday, July 20, 2011

Saya Suka Main Petasan di Dalam Perut, Bu.

Waktu SMA gue sering ngasal jawab ulangan, mungkin nggak cuma gue doang, beberapa dari kalian juga pasti begitu. Pasti. Nggak mungkin enggak. Gue yakin. *nyari temen* Dan salah satu jawaban terngasal gue terjadi pada ulangan Kimia, kalo nggak salah kelas 12 kemarin.

Si soal nanya, "Apa kegunaan dari magnesium?"
Gue, yang bener-bener nggak belajar, menjawab, "Menjadi salah satu bahan dalam suplemen effervescent." dengan berkeyakinan bahwa gue pernah liat tulisan 'magnesium' pada tabung Redoxon. Gue merasa cukup kece.

Beberapa minggu setelah itu akhirnya gue tau kalo magnesium adalah salah satu bahan untuk membuat kembang api.

Sunday, July 3, 2011

When you miss a person who had hurt you and he finally showed up..


HAHAHA. Becanda loh ya. Hahahahaha.

Hugs,
Anggie.

Monday, June 27, 2011

Sunday, June 5, 2011

Hey, June! I'm Haaappy!

Big Yellow Taxi - Counting Crows
hey farmer, farmer, put away your DDT! I don't care about spots on my apples, leave me, the birds and the bees, please. don't it always seem to go, that you don't know what you got till it's gone

Haven't Met You Yet - Michael Buble
they say all's fair in love and war

Someday We'll Know - Mandy Moore ft. Jonathan Foreman
one day I'll go dancing on the moon, someday you'll know that I was the one for you

Every Woman in the World - Air Supply
so you party all night to the music and light, but you don't know what happiness means

Miss Independent - Ne-Yo
there's something oh so sexy about, kinda woman that don't even need my help. she said she got it, she got it, no doubt, there's something about her

Glory of Love - Peter Cetera
I am the man who will fight for your honor

Listen - Beyonce
listen to the song here in my heart, a melody I start but I will complete. now I'm done believing you, you don't know what I'm feeling
we have no doubt that Beyonce sings this song amazingly, don't we?

Reflection - Christina Aguilera
why must we all conceal what we think, how we feel? I won't pretend that I'm someone else

Mandy - Barry Manilow
I never realized how happy you made me, oh, Mandy, well, you came and you gave without taking, but I've sent you away, oh, Mandy, you kissed me and stopped me from shaking
oh, yes, I'm the object here.

Dan dua lagu terakhir adalah Serasa & Kala Cinta Menggoda dari Alm. Chrisye. Jangan tanya kenapa.

I'll have a happy June, you should have one too!

Love,
Anggie.

Wednesday, June 1, 2011

"..dan pada waktu yang dengan tidak adilnya mendorongmu menjauh hingga melupakan, namun mengikatku dengan erat agar selalu ingat."

Saturday, May 21, 2011

Di coffee shop itu lah pertama kali aku melihatnya. Ia duduk tak jauh dariku, seorang diri. Kulihat ia meneguk minumannya, segelas─entahlah─sepertinya hot coffee, entah gadis macam apa yang memesan hot coffee siang-siang begini. Di mejanya berserakan berbagai barang, dompet, tas, kacamata berbingkai besar, kotak pensil, tissue, dan piring kosong dengan sisa-sisa krim di atasnya, lengkap dengan pisau dan garpu. Yang mencolok darinya adalah kuku tangannya yang berwarna orange, aku benci orange. Jemarinya memeluk sebuah sketchbook yang tidak begitu besar, A4, ya, aku yakin itu A4, ujung sketchbook tersebut ditopang di atas lututnya; sementara jemari kanannya memegang sebuah drawing pen. Sepintas ia terlihat seperti sedang menggambar, tetapi tidak, ia menulis. Ya, gadis itu menulis di atas sketchbook dengan sebuah drawing pen, kedua alat yang biasa kugunakan untuk membuat sketsa wajah di waktu senggang.

Aku meneguk moccacinoku lalu berusaha mengalihkan pandangan ke telepon genggamku dan membuka beberapa e-mail yang baru saja masuk, tapi itu hanya bertahan beberapa detik, kemudian aku mendapati diriku kembali memerhatikan gadis berkaos abu-abu kedodoran itu. Ia masih berkutat dengan sketchbooknya, kini kepalanya tampak bergoyang mengikuti musik yang diputar, bibirnya terlihat bergerak seirama dengan kata-kata yang dilantunkan sang penyanyi, ia begitu menikmatinya. Rambut hitamnya yang ikal dan diikat asal-asalan juga tampak menari mengikuti alunan musik dan gerakan kepalanya. Ia tidak cantik, well, she'd be mad if she read it, tapi begitulah pandanganku. Sejurus kemudian kepalanya berhenti bergoyang, ia menatap sketchbooknya dengan tatapan bingung, drawing pen di tangan kanannya diputar-putar melalui sela-sela jarinya─yang bercat kuku orange─lalu berhenti tiba-tiba. Jantungku berdegup sedikit lebih cepat saat itu, dan benar saja, ia kemudian melempar pandangannya padaku; matanya besar, bibirnya membulat dan sedikit terbuka, aku tak tahu harus berbuat apa selain tetap menatapnya, lalu kemudian ia tersenyum. Ya, ia tersenyum. Padaku.

“Ia tidak cantik.”

Saat itu juga aku teringat ucapan Nadin, kakak perempuanku yang akan menikah Sabtu depan dengan pria tambun berwajah brengsek, "Every woman is beautiful with their own way." Saat kembali menatap gadis itu, ia telah kembali berkutat dengan sketchbooknya, akhirnya aku mengerti maksud kakakku.

Thursday, May 19, 2011

Lacuna

How happy is the blameless vestal’s lot

The world forgetting by the world forgot

Eternal sunshine of the spotless mind

Each pray’r accepted and each wish resign’d

─Alexander Pope


Eternal Sunshine of the Spotless Mind; baris ke-209 (kalo nggak salah) dari poem-nya Alexander Pope yang juga dijadikan judul dari sebuah film bergenre sci-fi romance. Seorang teman merekomendasikan film ini ke gue, dan setelah ngeliat ratingnya yang cukup bagus maka gue download lah buah karya Michel Gondry yang diperankan oleh Jim Carrey dan Kate Winslet ini.


Yang menarik dari film ini bukan cuma alurnya yang maju mundur (dan agak sedikit ngejelimet buat orang yang kebanyakan nonton film comedy-nya Adam Sandler seperti gue), tapi juga kecanggihan teknologi yang digunakan oleh Lacuna Inc yang kemudian sukses membuat gue berharap benar-benar ada tempat seperti itu di Jatinangor.


Apa sih, Nge, Lacuna Inc itu?


Para pembaca yang budiman, Lacuna Inc adalah sebuah tempat yang menyediakan jasa penghapusan memori tentang seseorang di dalam ingatan lo; segala sesuatu tentang orang itu akan dihapus─yes, include every single pain they’d ever made─dan lo nggak akan kenal dia lagi. Setelah proses penghapusan selesai, Lacuna akan mengirimkan surat ke orang terdekat dari orang yang sudah lo hapus, dan bentuk suratnya kayak gini:



Charlie Brown said, as been quoted by Raditya Dika in his book, “Nothing takes the taste out of peanut butter quite like unrequited love.” dan mungkin, orang-orang yang datang ke Lacuna udah nggak bisa lagi ngerasain peanut butter di lidah mereka. Entah karena dikhianati, dibohongi, disia-siakan. “Mungkin itu ya, ketika lo ngerasa disia-siain sedemikian rupa, lo akhirnya jadi ngerasa semacam punya defense mechanism. Lo akhirnya nyadar.” (Raditya Dika, 2010) dan perwujudan defense mechanism yang dimiliki orang-orang dalam film ini adalah dengan pergi ke Lacuna; mereka sadar bahwa diri mereka jauh lebih berharga dibanding terus menerus membiarkan masa lalu menyiksa mereka perlahan-lahan. *batuk*


Tapi nggak semua memori bisa benar-benar terhapus, bahkan dalam sebuah film. Saat Joel (Jim Carrey) berusaha menghapus Clementine (Kate Winslet), penghapusannya tidak berjalan dengan sempurna karena the feeling he had for her was much stronger than the disappointment that told him to do the memory-erasing. Saat proses penghapusan selesai, Joel nggak lagi mengenal Clementine, tapi perasaan dia untuk Clementine masih ada.


Mungkin, saat Joel berusaha keras menghapus Clementine tapi ternyata perasaan itu masih sedemikian kuat dan tetap bertengger di tubuhnya, yang sebenarnya terhapus hanya rasa sakit yang pernah Clementine buat, hingga akhirnya Joel tetap menyayangi Clementine dengan tulus dan ikut bahagia saat dia bahagia; walaupun Joel nggak termasuk dalam kebahagiaan itu.

Friday, April 22, 2011

Hai, selamat ulang tahun yang ke-2 ya, thanks for always be there for me. Maaf kalo salah tanggal, gue sendiri lupa kapan blog ini dibuat.
Happy 2nd anniversary, dear Unpredictable.
I will give you nothing but love. Mantap.

Sincerely,
Anggie.

Saturday, April 16, 2011

ASL (bukan, bukan age sex location)






Catatan:
1. ASL: American Sign Language
2. Ini bukan anak TK atau balita yang buat, ini gambar errr.. gue
3. Dan please, itu jari telunjuk, bukan benda apapun yang ada di pikiran lo
Artinya? Hmm, kasih tau nggak yaaa

Friday, April 1, 2011

Nama: Anggie, Tinggi: 173 cm

Yay, April Mop!
*suara jangkrik*

1 April, beberapa tahun lalu, ada cowok badung─serampangan─celananya-bolong2─kalo-minjem-tipex-balikinnya-nyambit nembak cewek pinter─nggak-pernah-nyontek─kesayangan-guru─punya-banyak-temen. Mereka berdua masih sama-sama jadi murid SMA waktu itu; kebetulan, atau mungkin bagi si cewek sialnya, mereka sekelas.

Entah gimana ceritanya, si cewek yang awalnya kesel, geli, risih, males ngeliat cowok badung dan serampangan itu akhirnya bisa jatuh cinta. Dan akhirnya mereka jadian di tanggal ini. 1 April, bertahun-tahun lalu.

Hari ini, "Galih dan Ratna" itu udah punya dua anak, yang satu nggak bisa berenti makan, satunya lagi tukang ngiler. Iya, mereka adalah Bokap Nyokap gue.

Bisa jadi beberapa tahun ke depan akan ada percakapan seperti ini.
Papa: "Ma, sebenernya dulu aku nembak Mama cuma buat lelucon April Mop doang."
Mama: "Sebenernya aku nerima Papa juga untuk April Mop doang."
Dan, ya, gue adalah bagian dari lelucon April Mop yang keterusan.

Anyway, selamat sekian-tahun-jadian, dear happy-young couple. And April, please be nice to me.

Love,
Anggie.

Monday, March 28, 2011

Essay di Dalam Essay

I’m writing an essay for Essay Writing class about family and marriage, and I choose “why do people get married” as the main topic. Tapi udahannya melenceng nggak karuan, kenapa?

Karena selama ini gue selalu bertanya-tanya, “gimana kalo ternyata lo nikahin orang yang salah?”

Dan jadilah essay gue ngalor ngidul nggak karuan.

Dan dari sekian movies yang gue tontonoke, mungkin ini salah satu efek kebanyakan nonton romance; catat: movies, bukan sinetronbanyak cerita yang secara nggak langsung ngegambarin kalo lo bisa aja nikahin orang yang salah. Atau, kalo dalam bentuk pertanyaan yang ada di kepala gue, gimana kalo lo nemuin the right one setelah lo menikahi seseorang? Atau bahkan, saat lo sedang menikahi seseorang? Atau, gimana kalo ternyata jodoh nyokap lo bukan bokap lo? Jengjengjengjeeeng.. Coba pikirkan, pikirkan!

Udah ah, gue nggak mau ngebahas ini lagi. I have an ass to do. Bye! *ditimpukin pake tomat*

Friday, March 25, 2011

Beberapa orang takut untuk bahagia.

Mereka takut melukai dirinya sendiri dengan cara, ya, bahagia. Karena mereka tau, kebahagiaan itu nggak akan selamanya jadi milik mereka; maka saat kebahagiaan itu melampaui batas lalu tiba-tiba hilang, jgeeer! Ya, lo tau lah rasanya.

Anggaplah lo ikut ujian masuk universitas yang paling lo pengenin. Beberapa hari setelahnya, temen lo dateng dan bilang kalo lo diterima dengan skor yang memuaskan. Dan mungkin lo akan bilang, “Ah, enggak, nggak mungkin gue diterima.” Padahal lo tau kalo temen lo itu baru aja ngeliat papan pengumuman. (Jadul abis, sekarang pake internet kali, Nge.)

Atau, saat sahabat dari gebetan lo tiba-tiba dateng dan bilang, “Dia suka sama lo, dari lama,” dan lo nggak mau percaya. Padahal jelas-jelas orang itu ngesmsin lo terus, dan mungkin ada beberapa bukti konkret lainnya, tapi dalam hati lo malah berusaha melindungi diri dengan menjejalkan pikiran negatif ke dalam otak lo seperti, “Dia ngesms kayak gitu ke semua orang kok, bukan gue doang.”

Padahal, menurut gue, saat lo memaksa diri untuk menolak kebahagiaan, secara nggak langsung─dan pada saat yang bersamaanlo kehilangan kebahagiaan itu sendiri.

Dan, ya, gue salah satu dari mereka, orang-orang yang takut untuk bahagia.

Wednesday, March 23, 2011

Paper Toys

Spongebob Squarepants
Pattern from: paperkraft.blogspot.com

Patrick Star
Pattern from: paperkraft.blogspot.com

Zombiefie Grumm
Pattern from: thunderpanda.com

Galih dan Ratna
my own design ;)