Friday, August 26, 2011

Kemarin gue terpaksa naik busway pada jam bubaran kantor untuk pulang ke rumah; penuhnya sebelas dua belas sama 300 gram ikan teri medan yang dijejalkan ke dalam kantung kecil. Untungnya gue nggak sendirian, ada ketiga sahabat gue disana. Tapi sayang, karena buswaynya benar-benar penuh, gue terpisah dari mereka bertiga. Mereka berhasil dapat tempat duduk di bagian belakang, sementara gue lebih memilih berdiri di bagian tengah bus supaya bisa berpegangan pada tiang.

Beberapa saat kemudian, salah satu dari mereka mengirimkan sms ke gue yang berbunyi, "Nge, are you okay?" Man, padahal kita cuma terpisah 6-7 langkah.
Gue jawab, gue nggak papa.
Dia bilang lagi, "Kesini aja."
Sekali lagi, gue jawab kalo gue nggak apa-apa.

Hingga akhirnya bus semakin penuh sesak, dan sialnya, di sekeliling gue nggak ada yang bergender sama seperti gue. Gue menyerah, ternyata gue nggak sekuat yang gue duga. Maka saat bus berhenti pada salah satu shelter, gue memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menerobos banyak orang dan berjalan ke arah ketiga sahabat gue.

Mereka duduk beriringan sementara gue berdiri di hadapan mereka. Sayang, pegangan yang menggantung pada atap bus sudah dipakai semua orang, hingga nggak ada satupun yang bisa gue jadikan pengaman.

Bus mulai berjalan. Awalnya gue takut akan terjatuh, tapi saat bus mengerem mendadak dan gue kehilangan keseimbangan, ada tiga tangan yang memegangi gue dan siap untuk gue jadikan pegangan. Saat itu gue tahu, mereka nggak akan pernah membiarkan gue jatuh.

Oh, ini dia penampakannya:
Intan, Jundi, Santa! ({})

No comments:

Post a Comment