Thursday, March 29, 2012

Berhenti menatapku dan mengeluh!
Kau, ya, kau. Berhenti menatapku dan mengeluh.
Perut, hidung, rambut, kulit.. Ah!

Si Ikal berharap ia dapat merombak mahkotanya menjadi seperti yang Si Lurus miliki; sementara Si Lurus terus mengeluh segalanya terlalu membosankan, tanpa variasi.

Si Kuning Langsat yang cerah nan menawan rela meluangkan banyak waktu di bawah matahari demi menjadi kecoklatan saat Si Hitam Manis menghabiskan banyak uang untuk membeli beragam produk pencerah.

Dan kau lihat gadis cantik yang baru saja berlalu dari hadapanku? Ia memamerkan push-up bra barunya dengan harapan bisa terlihat lebih berisi dan menarik perhatian; sementara gadis molek yang merengut tadi berharap ukuran bra-nya bisa mengecil 1 atau 2 nomor karena merasa jengah dengan tatapan brengsek di luar sana.

Kumohon, berhentilah menatapku dan mengeluh.

Tertanda,
Cermin.

2 comments: