Thursday, May 17, 2012

Knock! Knock!

Pada dasarnya, semua orang memang nomaden. Berpindah-pindah. Temporer. Nggak ada yang benar-benar menetap dan tinggal.

Satu datang, yang lain pergi. Kalo kata Paulo Coelho sih,
"When somebody leaves, it's because somebody else is about to come."
Tapi ya pada akhirnya si somebody else itu akan pergi juga, mengikuti teorinya Jeff Buckley,
"No matter how much you love somebody, sometimes there's always something that'll take them away, even if they love you."
Checkmate.

Sama seperti Slamet yang nggak lagi kerja di rumah gue. Seperti Westlife yang personelnya merasa sudah tua dan akhirnya membubarkan diri. Kenapa juga dari Slamet langsung loncat ke Westlife?

Terlepas dari contoh gue yang agak irrelevant, memang begitu kenyataannya.
Mereka cuma tamu. Kita cuma tamu.
Ada yang mengetuk pintu terus kabur seperti anak-anak yang suka mainin bel rumah gue.
Ada yang masuk tapi cuma untuk basa-basi dan bikin muak setengah mati.
Ada yang menyelinap untuk merampok dan merusak semua yang ada.
Ada yang bermalam dalam waktu yang lama dan membuat kewalahan; ngabisin kopi, gula, beras.
Tapi di lain sisi, ada juga yang bermalam dan membuat suasana rumah jadi lebih menyenangkan.
Dan yang lebih ajaib, ada yang mengetuk dan mengajak berbincang di teras untuk beberapa menit, tapi kehangatan yang dibawa menetap untuk waktu yang lama.

Best friends are treasure, they said


Waktu kecil, gue nggak suka anak kecil, so things above were my best friends. They still are actually, sayang beberapa sudah mulai hilang.
Picture source: Flickr

Monday, May 14, 2012

A Cloudy Afternoon When the Sky was No Longer Blue

As his fingertip ran down on her cheek
The air stuck in her lungs and the second was reluctant to tick
His fingers beautifully danced on the strings
Aired the melodies she couldn’t sing

“Is it bad?” she asked
“What’s bad?” he replied
“To be happy and afraid at the same time.”

Sunday, May 13, 2012

I'm supposed to write an assignment for Creative Writing class tomorrow.
Two newest posts on my blog magically disappeared.
Trus apa hubungannya? Nggak tau, tanya aja dosen Advanced Grammar gue yang super pinter itu, kan katanya beliau bisa baca hubungan-hubungan yang tidak terlihat oleh orang lain. Eniwei, waktu beliau ngomong begitu di kelas, di kepala gue langsung mengalun lagunya Lea Salonga yang sering gue denger waktu masih SD.
Anyone who seen us knows what's going on between us, it doesn't take a genius to read between the line.
-We Could be in Love
Iya, ini emang nggak lebih dari pengalihan rasa bersalah karena tugas writing gue belum juga terjamah. Dan, ya, layout blog gue memang selaaaaaalu membosankan.
Have a good day, people. Don't think too much!