Thursday, June 19, 2014

Medusa

Gue punya surat rujukan pemeriksaan ultrasonography tertanggal hari ini, 19 Juni. Surat seharga 260.000,- plus bonus grepe-grepe dari si dokter. Bukan, USG bukan buat periksa kehamilan doang.

Seharusnya detik ini gue lagi ada di salah satu rumah sakit tua di Bandung, sama seperti tanggal 10 kemarin. Gue sering bolak-balik ke rumah sakit di Jakarta, but they don't smell like an hospital. Nah, yang di Bandung ini, baunya bau rumah sakit. Baru masuk aja rasanya udah mau nangis.

Waktu itu gue dianter Intan. Intan tau gue mules-mules senewen pas masuk ruang periksa. Intan tau dokternya bilang apa. Hopefully she knows, too, how thankful I am for being her friend.

If you wonder why I'm, today, still hiding under my blanket and waiting for my Dota update finish instead of checking my health up, well, since three members of my big family got this abnormal cell growth, kemungkinan gue bersih sangat kecil.

Terlepas dari sakit atau enggak, gue bersyukur bisa dapet "warning" ini. Seorang teman cerita kalo dia sedemikian penginnya kurus, sampai-sampai tiap malam nangis ngeliatin fotonya Cara Delevingne. (Do me favor, gimme that "puhleeease" face). I, too, cried at night, tapi untuk sehat. Untuk normal tanpa punya chance 4x lipat lebih banyak untuk kena penyakit ini.

Biasanya setiap di Jakarta gue selalu sibuk ke SpKK buat benerin rambut yang rontok melulu, sekarang gue bersyukur masih punya rambut *tertawa pedih*

Mari saling mendoakan. Gue masih mau sehat, mau liat Raka dipanggil Dr. Raka. Mau belajar masak yang enak untuk Jujus (well, that's going to take a looong time). Mau liat anak-anaknya Santa, Intan, Jundi panggil gue Onty Ange. Mau ngajak jalan-jalan Mamak Aya pake uang sendiri, mau doain mereka sehat & bahagia terus. Mau bantuin bayar S2-nya Dinda.

Udah ah, sedih. Bye.

Oh, dan harusnya di tanggal 19 ini gue daftar sidang. Tapi, gara-gara Medusa... ah sudahlah.