Monday, October 26, 2015

Kepada Garpu Perak (2)

Home is wherever I can hear you sing while the light's beautifully twinkling;
where the hands I'm longing to hold remain untouched and cold.

Friday, September 25, 2015

(Bukan) Toy Review: Nendoroid Kageyama Tobio

Dari awal terjerumus ke dalam dunia kegelapan ini (alias jadi anak nongkrong toys fair alias baju itu-itu aja yang penting mainan banyak), gue nggak pernah melirik Nendoroid sama sekali. Figure keluaran Good Smile Company ini tampak not appealing bagi gue. Padahal figures lain dengan harga yang 11-12 dengan Nendo seperti Kaiyodo Revoltech dan SHFiguarts udah berjajar rapi di kamar, tapi sejauh ini belum ada Nendo yang cukup menarik untuk dibawa pulang.

Alasan pertama gue nggak pernah beli Nendo adalah karena mayoritas Nendo merupakan karakter anime, which is gue hanya tahu segelintir. Dan kedua, Nendo merupakan bentuk chibi dari karakter-karakter tersebut. Chibi is okay, tapi nggak semua karakter cocok digambarin dalam bentuk super deformed, in my opinion. Nah, yang ketiga, I frankly have been underestimating bahan dan warna Nendoroid.

Hingga suatu hari, seorang teman pamer Nendoroid 489. I opened the box and... jeng jeng! Kok. Bagus.

Sesungguhnya aku tak tahu siapa dia. Hasil googling menunjukkan bahwa doi adalah Kageyama Tobio dari anime Haikyuu!!



So here we go, ini dia isi box-nya.

Perintilan.
Five pairs of hands & two pairs of feet, three face expressions, one ball, one crown, one effect.

Sebenernya masih ada lagi: volley net, tempat berpijak bentuk lapangan, sama dua holder--satu untuk figurenya dan satu lagi untuk efek/bola, tapi males ngeluarinnya. He. Review selanjutnya akan lebih niat kok, dan fotonya akan lebih bagus. Kalo udah dibeliin Aya kamera baru.

Close-up.
Warna asllinya nggak gini sebenernya.
Maapin kamera saya.
Sesungguhnya warna kulitnya cenderung bisque (#FFFFE4C4), bukan kuning langsat. Semoga foto di bawah lebih sedikit bisa menggambarkan.


Di sinilah moment of truth-nya. Setelah memandang dan menimang, gue justru jatuh cinta sama tekstur bahan dan warnanya. Berat dan ukurannya juga pas. Seneng deh pokoknya ngeliatinnya. Jadi nggak mau balikin.

Mutilasi.

Kelupaan, lengan atas dan bawah bisa dipisah juga.

Simpulannya adalah, saya terlalu underestimate Nendoroid. Maapin ya, Good Smile. Mungkin lain kali akan beli, mungkin juga tidak.

Kenapa gue mungkin nggak akan beli? Karena kecil sekali! Meski nggak seringkih yang gue bayangin, tapi tetep aja.. Yang kedua, artikulasinya terbatas banget. Si Tobio ini (ceritanya udah akrab) cuma bisa ditekuk di lutut, sisanya seperti leher, bahu, sikut, cuma putar-puter doang.

Mungkin akan ada foto yang lebih bagus di sini, kalo nggak keburu disuruh balikin Nendonya. Silakan diintip.

Tuesday, September 22, 2015

KuRa-KuRa

Yes, I've been saying it wrong. Sumber.

Kukira: Kadaluwarsa
Rupanya: Kedaluwarsa

Kukira: Alpukat
Rupanya: Avokad

Kukira: Jerapah
Rupanya: Zarafah (I know, right?)

Kukira: Jumawa
Rupanya: Jemawa

Nah, ini yang bikin kesel.
Kukira: Sekedar
Rupanya: Sekadar
Lo pernah denger orang bilang "sekadar"?
"Ah, hanya sekadar basa-basi." Lucu juga.

Nomor satu sampai empat (untungnya) gue sadar sendiri. Kalo yang kelima pake di-cmon, man-in dulu sama simas pengoreksi yang baik hati; "'Sekedar'? Cmon, Man." :'D

Friday, July 10, 2015

Kepada Garpu Perak

I wonder how they can be so tough,
being around you but not in love.

Friday, May 15, 2015

Curhatan si Tukang Terjemah


"If you love someone, you tell them. Even if you’re scared that it’s not the right thing. "
- Mark Sloan, Grey's Anatomy

Kemarin ketiga kalinya gue nerjemahin TV series yang menghilangkan kalimat "I love you" karena penutur dan petuturnya adalah pasangan homoseksual. Sensor-menyensor terkait pasangan LGB never fails to piss me off. Picture this: lo lagi makan beef burger yang superenak dan tiba-tiba lo gigit pickles yang ketutupan beef. Blar! Rusak selera makan lo. (Gue sih, enggak. Gue suka pickles. Gue suka semua makanan. Tapi kurang lebih gitu rasanya saat dengar "I love you" yang disensor cuma karena penuturnya kaum minoritas).

Nggak cuma "I love you", frasa "our child" atau "our family" yang antesedennya pasangan homoseksual juga disensor. Gue paham tujuan dari penyensoran itu adalah untuk menyesuaikan dengan budaya kita, I'm not saying that it's wrong. It just cracks my heart a little to see love declaration count as something inappropriate.

Grey's Anatomy S9 Ep. 02.

Karena, Para Pembaca yang Budiman, nobody can choose whom they want to fall in love with. You just fall. Kalo sayang sama orang bisa pilih-pilih, lo pasti akan milih orang yang udah pasti sayang sama lo, yang direstuin sama orang tua lo, you press the love button then boom! you fall for them. No risk taken.

Lo nggak akan milih jatuh cinta sama mereka yang berjenis kelamin sama, yang udah punya pasangan, yang 20 tahun lebih tua atau yang beda agama. Kalo sayang sama orang bisa milih, otak lo akan berkata, "Abort the mission to fall in love. He's indeed got that charm and an incredibly beautiful mind, but you both came from two different religions. Do not fall in love. Repeat, do not fall in love."

But, hey, love doesn't work that way.

The first thing you know, you've already fallen. Gue yakin the LGBs juga begitu, they just fall. Kita semua sama; mestinya nggak ada sayang yang dianggap inappropriate.

Sunday, May 3, 2015

F C Dm7 C

Jakarta, almost two.
Fifty one minutes away,
your voice
I'm craving for.

To me, with me or neither,
just sing.
Again.
And again.
"If I've been on your mind."

Monday, April 6, 2015

Quick updates dalam kurun waktu 3 bulan:
1. I know now that my mother is wrong; "Kalo kamu baik sama orang, orang akan baik sama kamu" nggak berlaku di dunia nyata.
2. Doyan bener apa-apa yang buy 1 get 1. Bahkan untuk jajan di Indomaret. Cari duit susah, cyin.
3. I've learned that perempuan di TransJakarta itu lebih barbar dari spesies mana pun.
4. I'm able to laugh at myself now. Feels sooo good.
5. Pada akhirnya, mau lo jelek atau mirip Dian Sastro, bodoh atau pintar, bokong lo bagus atau enggak, orang akan tetep ngomongin lo. Jadi, kalo lo weird dari sonoƱja, nggak perlu berubah. Even if you're the closest thing to define the word "perfect", somebody will judge you anyway.

Selamat tiga bulan menjadi so-called Editor, Rinintha.

Saturday, February 7, 2015

Cheat?


I finally typed using my laptop again after neglecting it for months; but not until the fourth word had been typed did I realize that I enjoyed the keyboard no more. The ugly, dirty one on the 5th floor was more comfortable than the one of my own, which had helped me through the bittersweet college life.

I feel bad.